Wednesday, 22 June 2016

Ancaman Serius di Balik Undangan Video Call WhatsApp

Ancaman Serius di Balik Undangan Video Call WhatsApp
Technology

AWAS! Ancaman Serius di Balik Undangan Video Call WhatsApp

Selain digunakan untuk berkirim pesan teks, dewasa ini aplikasichatting juga gencar digunakan untuk berkirim sticker lucu, melakukan panggilan suara, dan video call. Nah, sebagai aplikasichatting populer, WhatsApp sampai saat ini belum memiliki layanan video call seperti LINE atau BBM Video Call.

Meski belum mendukung fitur video call, tapi WhatsApp tetaplah aplikasi chatting yang memiliki basis pengguna terbanyak. Jika ada yang menawari kamu untuk bisa menikmati video di WhatsApp, apa kamu akan mencobanya?

Video Call di WhatsApp

bahaya-undangan-video-call-whatsapp-5

Di penghujung tahun 2015, santer berhembus kabar tentang bocoran fitur video call WhatsApp. Namun hingga pertengahan tahun 2016 ini, WhatsApp belum juga menggulirkan fitur video call. Beberapa hari ini santer beredar undangan yang berisi link untuk mengaktifkan layanan video call WhatsApp. Amankah?

Bahaya Undangan Fitur WhatsApp Video Call

Sebagai pengguna setia WhatsApp, begitu ada info yang memberitakan tentang fitur video call WhatsApp pasti akan penasaran dan ingin mencobanya. Tapi awas, jangan sembarangan membuka link tentang infromasi WhatsApp video call tersebut, karena bisa berbahaya.

bahaya-undangan-video-call-whatsapp-3

Di salah satu grup WhatsApp, Jaka menemukan adanya informasi tentang undangan untuk mengaktifkan fitur video call WhatsApp. Saat dibuka, link itu menuju ke sebuah situs yang beralamat diwww.whatsapp.videocalling.incite.cf. Tampilannya cukup meyakinkan bukan?

bahaya-undangan-video-call-whatsapp

Setelah diklik, akan nampak proses vaerifikasi yang kemudian merujuk ke tampilan aktivasi. Uniknya untuk bisa 'mengaktifkan' fitur WhatsApp video call, situs ini meminta kamu untuk mengundang minimal 5 orang teman dan menyebarkannya ke 5 grup WhatsApp.

bahaya-undangan-video-call-whatsapp-2

Nah, jika kamu menemukan situs seperti ini, kamu harus berhati-hati. Karena ini termasuk website phising yang bisa mencuri data-data pribadi kamu.

Bukti Website Palsu

Jika kamu meragukan keaslian website tersebut, berikut Jaka sertakan bukti penguatnya:

  • WhatsApp sudah memiliki domain sendiri, untuk apa dia menggunakan domain .cf?

  • Dalam tampilan awalnya disebutkan support BlackBerry, sedangkan WhatsApp sendiri sebenarnya akan menutup dukungan terhadap BlackBerry mulai akhir tahun 2016. Jika akan berhenti, ngapain masih memberikan update kan? Plus, penulis kata BlackBerry salah menjadi Blackberry.bahaya-undangan-video-call-whatsapp-4

  • Masuk ke tampilan survey. WhatsApp tidak sebodoh itu sampai menyediakan tampilan survey untuk men-download versi betanya. Dengan men-download aplikasi atau apapun di tampilan survey, kamu kemungkinan akan diinfeksi malware atau Trojan oleh si penyedia situs tersebut.bahaya-undangan-video-call-whatsapp-6

Gimana, bahaya kan undangan WhatsApp video call ini? Jika kamu tidak berhati-hati karena tergoda oleh fitur video call WhatsApp, bisa-bisa kamu menyebarkan bahaya bagi teman-teman WhatsApp kamu yang lainnya.

WhatsApp memang sedang mengembangkan fitur video call, tapi masih belum disebarkan untuk publik.

 

Monday, 20 June 2016

Pengamat: Lisensi Seluler Sama, Kok Bangunnya Beda

Pengamat: Lisensi Seluler Sama, Kok Bangunnya Beda
Untitled Document

Pengamat: Lisensi Seluler Sama, <i>Kok</i> Bangunnya Beda

Ilustrasi (VitalyEdush)

JakartaCNN Indonesia -- Situasi monopoli di pasar seluler di Pulau Jawa yang dikeluhkan oleh Indosat Ooredoo dianggap tak relevan dengan kondisi di lapangan. Demikian yang dikatakan oleh mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) M.Ridwan Effendi.

"Saya rasa tidak betul pasar luar Jawa dimonopoli oleh operator dominan saja. Telkomsel bukan pemain pertama yang mendapat lisensi penyelenggaraan jaringan, tetapi karena sungguh-sungguh membangun jaringan, akhirnya berbuah  di seluruh  Indonesia mendapatkan banyak pelanggan mobile. Kalau ada yang kesulitan melawan operator dominan, tanya balik, kok lisensi dapatnya sama, bangunnya tidak sama," ungkap Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB itu, saat berbincang dengan CNN Indonesia.

Menurutnya, masyarakat dalam suatu wilayah tidak mungkin tertarik dengan operator yang hanya menancapkan satu BTS saja di tengah kota demi untuk memenuhi modern licensing di 33 propinsi. 

"Khittah seluler adalah mobile. Maunya pelanggan itu sinyal ikut kemana dia pergi dan bisa menghubungi dimana saja kerabatnya. Jadi, sebelum isu monopoli ini diseriuskan pula oleh regulator, baiknya cek dulu pemenuhan jangkauan secara layanan dan pemasaran, bukan untuk memenuhi aturan saja. Hukum pasar bicara disini," ulasnya.

Diingatkannya,  monopoli itu tidak dilarang, tapi praktek monopoli itu yang tidak boleh. Dalam hal ini tentunya masyarakat Indonesia sudah pintar memilih operator mana. 

Ada yang memang suka dengan tarif murah, ada pula yang suka dengan cakupan yang luas, walau mungkin tarif lebih mahal sedikit. Tarif menjadi berbeda tentu tak bisa dilepaskan dari investasi untuk membangun infrastruktur yang lebih mahal di luar Jawa.

"Dalam catatan saya ada misalnya operator yang hanya membangun satu BTS 3G di kota besar di luar jawa, keluar kota sedikit sinyal sudah hilang. Operator seperti ini tentunya akan sulit mendapatkan pelanggan yang mobile, hanya yang berada di pusat cakupan saja yang tertarik," tutupnya.

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono mengungkapkan pasar seluler Indonesia bersifat terbuka dan ditentukan melalui mekanisme pasar.

"Agresifitas dari operator membangun jaringan itu kunci dia menguasai layanan. Di bisnis seluler itu dikenal 3C, Coverage, Capacity, Content. Coverage atau jangkauan yang utama. Saya lihat yang agresif dan konsisten itu memang Telkomsel urusan coverage, wajar dia paling luas dan banyak pelanggan,” katanya.

Menurutnya, jika sekarang ada operator berteriak ada ketidakseimbangan market  share secara layanan, sebaiknya melihat kembali kepada kewajiban membangunnya sesuai modern licensing yang  diperoleh dan dijanjikan.

"Seharusnya ketentuan tersebut dipenuhi oleh operator sehingga terjadi keseimbangan pasar dan akhirnya konsumen yang diuntungkan dengan adanya kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. Sebaiknya yang ketinggalan membangun berbenah diri saja untuk mengejar ketertinggalannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo menuding operator dominan menguasai 80 persen pangsa pasar seluler di luar Jawa.

Namun, Telkomsel menegaskan penguasaan pasar di luar Pulau Jawa diraih melalui sebuah proses yang panjang dan jatuh bangun yang luar biasa sejak berdirinya di tahun 1995.

Telkomsel telah memiliki 116.000 BTS Telkomsel tersebar di seluruh penjuru Indonesia, dimana angka penambahan jaringan ini dilakukan secara konsisten dengan rata-rata sebesar 25 persen setiap tahunnya.

(tyo)